Sebelas orang yang terluka akibat ledakan gas di sebuah mal di Taichung pada Kamis lalu masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk seorang balita berusia dua tahun asal Makau yang saat ini berada dalam perawatan intensif, menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) pada Sabtu.
Menurut MOHW, balita tersebut sedang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Universitas Kedokteran China di Taichung.
$ads={1}
Selain itu, empat pasien lainnya dirawat di ICU di Rumah Sakit Umum Veteran Taichung, cabang Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Taoyuan dan Kaohsiung, serta Rumah Sakit Mackay Memorial di Taipei.
Satu pasien di Rumah Sakit Lin Shin Taichung, empat pasien di Rumah Sakit Cheng Ching Cabang Chung Kang, serta satu pasien di Rumah Sakit Mackay Memorial Taipei masih dalam pengawasan di ruang perawatan umum, menurut MOHW.
Dua kerabat balita asal Makau tersebut, yaitu seorang wanita berusia 58 tahun dan suaminya yang berusia 56 tahun, meninggal setelah tertimpa puing-puing dari ledakan saat mereka sedang berjalan melewati pusat perbelanjaan tersebut dalam perjalanan keluarga ke Taiwan, kata pihak berwenang setempat.
Empat anggota keluarga lainnya dari balita tersebut juga mengalami luka akibat ledakan tersebut.
Balita itu harus menjalani kraniotomi darurat, yaitu prosedur bedah di mana bagian tulang tengkorak sementara diangkat untuk mengakses otak, akibat cedera otak yang parah.
$ads={2}
Pada Minggu, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi balita tersebut masih belum berubah sejak Sabtu dan dia masih dalam keadaan koma di ICU.
Paman balita yang berusia 24 tahun serta nenek buyutnya yang berusia 85 tahun adalah dua dari empat korban yang masih dirawat di ruang perawatan umum di Rumah Sakit Cheng Ching Cabang Chung Kang. Sementara itu, satu korban lainnya yang berusia 68 tahun mengalami patah tulang di tulang belakang bagian dada.
Hingga saat ini, ledakan gas tersebut telah menyebabkan empat orang tewas dan 36 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tags
Taiwan